HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP PUS DALAM PEMILIHAN KONTRASEPSI IUD DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA SINGKAWANG SELATAN TAHUN 2014

Marsela Renasari Presty, Nuryam Perwitasari, Citra Pertiwi

Abstract


Latar Belakang: Peningkatan jumlah penduduk merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh seluruh dunia termasuk Indonesia dengan jumlah penduduk 237,6 juta jiwa. Pemerintah melakukan upaya untuk menekan peningkatan jumlah penduduk dengan sebuah program Keluarga Berencana (KB). Keterpaduan pelaksanaan program ini dapat diarahkan kepada pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Kurangnya pengetahuan, sikap, perubahan pola pemakaian kontrasepsi, juga pengaruh sosial budaya menjadi kendala yang dihadapi. Dari data Demografi Indonesia menyebutkan 60% penduduk Indonesia hanya tamatan sekolah dasar atau lebih rendah. Data ini menunjukkan ada pengaruh antara perbedaan pengetahuan KB pada masyarakat yang mempunyai perbedaan tingkat pendidikan rendah dan tinggi terhadap perilaku berKB.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap PUS (Pasangan Usia Subur) dengan pemilihan kontrasepsi IUD (Intrauterine Device) di Puskesmas Wilayah Kerja Singkawang Selatan Tahun 2014.

Metode: Analitik observasional dengan pendekatan metode Cross Sectional  dengan jumlah sampel minimal yaitu 30 orang dari jumlah total 868 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah Spearman Rank.

Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan Spearman Rank secara komputerisasi, diperoleh nilai ρ value 0,201 (ρ > 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap PUS dengan pemilihan kontrasepsi IUD.

Simpulan: Sebaiknya dilakukan pendekatan dan penyuluhan atau pendidikan kesehatan, serta pemberian media berupa brosur atau pamflet yang lebih jelas tentang IUD. Selain itu peneliti lain dapat mengambil pengetahuan dan pengalaman dengan meneliti variabel lainnya.


Full Text:

PDF

References


BKKBN 2013. Tahun Ini Penduduk Indonesia Capai 250 Juta Jiwa. http://health.liputan6.com (accessed 28.2.14).

BKKBN 2008. Jaminan Mutu Pelayanan KB. www.bkkbn.co.id (accessed 2.3.13).

Marikar, A.P.K., Kundre, R., Bataha, Y., 2015. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Minat Ibu terhadap Penggunaan Alat Kontrasepsi dalam Rahim ( AKDR) di Puskesmas Tuminting Kota Manado. 3, 6.

Bernadus, J.D., Madianung, A., Masi, G., n.d. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) bagi Akseptor KB di Puskesmas Jailolo 10.

Lontaan, A., Dompas, R., 2014. Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Kontrasepsi Pasangan Usia Subur di Puskesmas Damau Kabupaten Talaud 2, 6.

Azwar, 2015. Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

Ali, R.N.H., 2017. Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Penggunaan Pengobatan Alternatif dan Komplementer Selama Kehamilan di RSIA Sakina Idaman Sleman (S2_Pasca_Sarjana). Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta.

Lestari, H., Yusniarita., Rini Patroni., 2015. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Kontrasepsi Metode Operatif Wanita (MOW), 8.

Yudha, J.K. 2013. Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu terhadap Penggunaan IUD di Kelurahan 16 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II Palembang 2012, 73.

Arini, R.D., Raharjo, B., Anisa, C.W. 2015. Hubungan Antara Dukungan Suami dan Pengetahuan Ibu dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) di Puskesmas Polokarto Kabupaten Sukoharjo, 13.

Syafneli., Nurcahya HSB. 2014. Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Rendahnya Minat Ibu Menggunakan KB Impant di Desa Talikumain Wilayah Kerja Puskesmas Tambusai Kabupaten Rokan Hulu, 13.

Mubarak. 2009. Ilmu Keperawatan Komunitas, Konsep dan Aplikasi, Salemba Medika.




DOI: http://dx.doi.org/10.35721/jky.v4i2.118