GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI DI KOTA RUTENG TENTANG SEKS PRANIKAH

Ni Nyoman Yeyen Abriyani, Ratih Handayeni

Abstract


Latar Belakang Transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa melibatkan perubahan perkembangan fisik, seksual, psikologis dan sosial. Tranisisi ini menimbulkan risiko bagi kesehatan dan kesejahteraan mereka. Sekitar 21 remaja perempuan yang berumur 15-19 tahun dinegara berkembang, mengalami kehamilan setiap tahun dan hampir setengah kehamilan tersebut (49%) merupakan kehamilan yang tidak diinginkan. Kurangnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi menyebabkan remaja bersikap tidak baik terhadap dirinya. Perilaku  seksual berisiko lebih tinggi pada remaja dengan tingkat pengetahuan rendah dibandingkan dengan tingkat pengetahuan menengah dan tingkat pengetahuan tinggi. Melakukan hubungan seksual pertama kali pada wanita dan pria mengalami peningkatan pada  tahun 2012 yaitu 54% dan pada tahun 2017 yaitu 74%  kelompok umur 15-19 tahun pria dan wanita merupakan kelompok umur yang tinggi melakukan hubungan seksual pertama kali. Hal ini berhubungan dengan tingginya angka kematian perempuan yang berdampak pada meningkatnya kasus kehamilan tidak diinginkan (KTD) yang terjadi pada remaja.

Tujuan untuk mengetahui pengetahuan remaja putri di Kota Ruteng tentang seks pranikah

Metode Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan studi potong lintang (cross sectional). Sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri di Kota Ruteng yang berusia 15-19 tahun berjumlah 31 orang.

Hasil Penelitian Hasil  penelitian dari 31 remaja putri Kota Ruteng yang berpengetahuan baik 17 (54,8 %) dengan sikap negatif sebanyak 19 (61,3%) dan berdasarkan tabulasi silang remaja yang berpengetahuan baik dan bersikap negatif sebanyak 19 orang (70,6%). Kesimpulan Kesimpulan dari penelitian ini pengetahuan dan sikap remaja tentang seksual pranikah mempunyai pengetahuan baik dengan sikap negatif dan dari tabulasi silang responden yang mempunyai sikap negatif lebih banyak berpengetahuan baik.


Full Text:

PDF

References


Carey, wiliam B. MD; Crocker, Allen C; Coleman wiliam L, MD; Elias, Ellen Roy, MD; Feldman Heidi M. MD, Phd. 2009. Development behavioral pediatric

http://www.searo.who.int/entity/child_adolescent/topics/adolecent_health/en/ diakses pada tanggal 24 april 2019

Monks, 2009. Tahap Perkembangan Masa Remaja. Medical Journal New Jersey Muagman, 1980. Defenisi Remaja. Jakarta : Penerbit Grafindo Jakarta

Mubarak, W. Promosi Kesehatan Sebuah Pengantar Proses Belajar Mangajar dalam Pendidikan. Yogyakarta: Grdha llmu ; 2009

Notoatmodjo, S. Metodologi Penelitian Kesehatan.Jakarta: Rineka Cipta ; 2010

Pratiwi NL dan Hari B. Analisis hubungan perilaku seks pertama kali tidak aman pada remaja usia 15–24 tahun dan kesehatan reproduksi. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. 2010;13(4).

WHO. 2016. WHO release new fact sheets on adolescent contraceptictive health, world health organization




DOI: http://dx.doi.org/10.35721/jky.v4i2.119